My story page

January 21, 2014

Tugas IBD Keempat

ILMU BUDAYA DASAR
“Manusia dan Penderitaan”


Nama:        Vanessa Juliette Alexia S.
Kelas:         1ID06
NPM:         39413087

Jurusan Teknik Industri 2013
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nyalah makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tentunya dengan dukungan dari berbagai sumber yang penulis cari di Buku yang berjudul “Ilmu Budaya Dasar” karangan Widyo Nugroho maupun yang penulis cari di internet. Demikian pula dukungan dari keluarga dan teman-teman serta dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar Bapak Apipudin S.Th.I, MA. Hum. Namun penulis juga melakukan banyak pengeditan dari sumber tersebut jadi penulis tidak hanya menyalinnya dan langsung menerapkan ke makalah namun juga mendalami dan memahaminya.

Didalam makalah ini penulis mencoba untuk membuat materi diatas saling berhubungan namun, penulis yakin makalah ini merupakan salah satu makalah yang disusun dengan baik dan mudah dipahami. Namun tidak menutup kemungkinan untuk pemberian kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih


Depok, 20 Januari 2014



                                                                                                                                                       Vanessa Juliette Alexia S.





A.      Latar Belakang

          Manusia adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia memiliki perasaan dan akal untuk bertahan hidup. Manusia mengalami suka dan duka semasa hidupnya, sehingga setiap manusia yang pernah dan masih hidup di dunia ini tentunya pernah mengalami suatu penderitaan. Penderitaan merupakan suatu ujian bagi manusia karena penderitaan itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan.

            Penderitaan itu sendiri pun bisa berasal dari Tuhan Yang Maha Esa ataupun dari diri manusia itu sendiri tanpa mereka sadari ataupun sadari. Penderitaan itu sendiri ada bukan hanya agar manusia mengerti apa artinya bersyukur atas apa yang mereka miliki. Penderitaan itu juga memiliki banyak alasan lainnya yang bahkan hanya Tuhan tau. Penderitaan itu tidak selamanya memberikan hal yang tidak menyenangkan atau menyakitkan, mungkin diawalnya terasa pahit namun apabila manusia itu jalani dengan lapang dada dan manusia itu mengambil hikmah atau nilai positif dari penderitaan itu, tentunya manusia tersebut dapat menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya.



B.      Definisi

            1.         Manusia
Manusia adalah mahluk kompleks ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna. Manusia dapat diartikan berbeda-beda, mereka dapat diartikan secara biologis, rohani dan istilah kebudayaan ataupun campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens yang berarti manusia yang tahu. Secara bahasa manusia berasal dari kata manu (bahasa Sansekerta) dan mens (bahasa Latin) yang berarti berpikir, berakal budi ataupun mahluk yang berakal budi.
Pengertian manusia menurut para ahli:
·         NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.

·         ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana".


·         UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.


·         SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.


·         KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.


·         I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.


·         OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.


·         ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.


·         PAULA J. C & JANET W. K
manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
(1)

2.         Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita yang berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Penderitaan adalah keadaan yang menyedihkan yang ditanggung oleh manusia semasa hidupnya. Penderitaan akan selalu hadir dalam kehidupan manusia dalam skala berat ataupun ringan tergantung bagaimana manusia itu menyikapi penderitaannya. (2)



C.      Manusia dan Penderitaan

            Manusia dan penderitaan saling terkait satu sama lain, karena penderitaan itu sendirilah yang membuat manusia tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang lebih baik dan dewasa. Penderitaan itu sendiri merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan yang akan selalu ditemui manusia semasa hidupnya dan akan selalu bertambah seiring bertambah umur manusia tersebut namun penderitaan itu tidak pernah diberikan Tuhan, apabila Tuhan merasa penderitaan itu melebihi kemampuan hamba-Nya.

            Penderitaan itu ada penderitaan fisik ataupun psikis, dan seorang manusia dapat mengalami keduanya entah penderitaan itu bersifat sementara ataupun permanen. Penderitaan fisik dirasakan oleh semua manusia seperti sakit, kecelakaan, cacat dan lain sebagainya. Sedangkan penderitaan psikis lebih kearah kondisi rohani dan perasaan ataupun pemikiran manusia tersebut, salah satu contoh penderitaan psikis pada manusia adalah perasaan kecewa pada saat orang tersayang mengkhianati, perasaan kehilangan pada saat seseorang yang dikasihi meninggal bahkan perasaan takut ataupun phobia terhadap sesuatu hal.

            Penderitaan itu hidup bersampingan dengan manusia. Manusia bisa tahu dan belajar bagaimana caranya bangkit dari keterpurukaan suatu penderitaan tentu harus merasakan penderitaan itu tersendiri. Penderitaan bagi seseorang belum berarti penderitaan bagi orang lain hingga akhirnya orang lain tersebut merasakan penderitaan yang sama. Penderitaan bukanlah hal yang menyenangkan bahkan penderitaan itu sungguh menyakitkan namun dalam menyikapinya tergantung manusia tersebut, apakah manusia tersebut akan menyerah dan putus asa karenanya ataupun berjuang dan melihat sisi positif ataupun hikmah dari penderitaan itu sendiri. Penderitaan yang tiap manusia lalui merupakan batu loncatan untuk manusia tersebut lebih bersyukur, dewasa dan menghargai apa yang mereka miliki sesakit ataupun sesulit apa pun itu.


D.      Kesimpulan

            Manusia dan penderitaan saling terkait dan selalu ada selama manusia itu masih hidup dan masih memperjuangkan diri untuk hidup menjadi manusia yang lebih baik dan dalam keadaan lebih baik. Tuhan Yang Maha Esa tidak akan memberikan penderitaan pada hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya dalam menyelesaikan sesuatu. Penderitaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan namun bukan berarti penderitaan itu tidak memberi dampak positif apapun dalam diri manusia tersebut.


         



December 27, 2013

Tuga IBD ketiga


ILMU BUDAYA DASAR
“KEBUDAYAAN DAN MITOS PERNIKAHAN”


Nama:        Vanessa Juliette Alexia S.
Kelas:         1ID06
NPM:         39413087

Jurusan Teknik Industri 2013
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nyalah makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tentunya dengan dukungan dari berbagai sumber yang penulis cari di Buku yang berjudul “Ilmu Budaya Dasar” karangan Widyo Nugroho maupun yang penulis cari di internet. Demikian pula dukungan dari keluarga dan teman-teman serta dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar Bapak Apipudin S.Th.I, MA. Hum. Namun penulis juga melakukan banyak pengeditan dari sumber tersebut jadi penulis tidak hanya menyalinnya dan langsung menerapkan ke makalah namun juga mendalami dan memahaminya.

Didalam makalah ini penulis mencoba untuk membuat materi diatas saling berhubungan namun, penulis yakin makalah ini merupakan salah satu makalah yang disusun dengan baik dan mudah dipahami. Namun tidak menutup kemungkinan untuk pemberian kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih


Depok, 24 Desember 2013

                                                                                                                                                       Penulis








Bab I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
            Mitos adalah cerita rakyat ataupun cerita tradisional yang biasanya diturunkan dari generasi ke generasi melalui mulut ke mulut. Mitos juga bisa berarti penyampain kisah sejarah jaman dahulu yang dilebih-lebihkan. Mitos ini sesungguhnya ada karena adanya suatu tujuan yaitu untuk membentuk suatu bentuk atau model kepribadian yang dipercayai dan dianut oleh generasi selanjutnya agar tidak terjadi penyimpangan di generasi berikutnya. Mitos ini pun terjadi dalam berbagai bidang dan salah satu bidang terunik adalah pada pernikahan.
            Pernikahan adalah salah satu ritual untuk mengesahkan suatu hubungan cinta dimata hukum dan agama. Tentunya tiap kebudayaan memiliki ritualnya sendiri bagaimana pernikahan itu berjalan. Namun sebelum pernikahan maupun selama pernikahan itu berjalan pun tentunya ada kepercayaan-kepercayaan ataupun mitos tersendiri agar pernikahan itu berjalan lancar ataupun bahagia selamanya dan tidak terperangkap tabu ataupun pamali yang sudah diturunkan secara turun temurun tergantung pada kebudayaannya. Mitos pada pernikahan tidak hanya memiliki keunikan sendiri di Indonesia melainkan juga pada skala Internasional.

1.2  Tujuan
            Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dan untuk menambah wawasan akan adanya mitos-mitos pernikahan diberbagai negara maupun daerah tergantung pada kebudayaan dan sukunya serta mengetahui keterkaitan antara kebudayaan dengan mitos-mitos pernikahan tersebut.

1.3  Manfaat

            Diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan lebih luas akan mitos pernikahan dan keterkaitannya dengan kebudayaan masing-masing negara.



























Bab II
Kebudayaan dan Mitos Pernikahan


2.1  Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan mencakup bidang yang luas sehingga definisinya pun tidak terbatas. Kebudayaan dikaji dari arti bahasa adalah sebagi berikut, dalam bahasa sanserkerta “budhayah”” yang berarti akal dan budi sedangkan dalam bahasa latin “colere” yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum definisi kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipikirkan oleh akal pikiran manusia untuk mengolah tanah tempat tinggalnya atau untuk dapat mempertahankan kehidupannya.

Menurut salah satu antropolog, bernama E.B Taylor mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dan kebiasaan-kebiasaan manusia yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat. Dan juga Selo Soemarjan dan Soelaman Soemardi, mendefinisikan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Menurut saya sendiri definisi kebudayaan itu sendiri adalah akal pikir manusia yang berkembang dan berpikir untuk menciptakan suatu karya untuk mempertahankan hidup didunia kemasyarakatan. Kesimpulannya kebudayaan adalah sistem nilai dan gagasan utama.


2.2  Pengertian Mitos dan Mitos Pernikahan
           
            Mitos (bahasa Yunani: Î¼á¿¦Î¸Î¿Ï‚ mythos) atau mite (bahasa Belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepadacerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori ataupersonifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajarandalam suatu komunitas.

            Mitos pernikahan bisa berarti baik dan bisa berarti buruk, mitos pernikahan adalah kisah atau kepercayaan bahwa sesuatu hal selama berjalannya pernikahan dan sebelum pernikahan tersebut sesuatu hal dapat memberikan dampak baik dan buruk. Mitos ini tentunya diturunkan dari generasi ke generasi untuk menghindari suatu bentuk penyimpangan ataupun ketidakbahagiaan pada kedua sejoli yang akan bersatu tersebut.


2.3  Mitos-Mitos Pernikahan di Indonesia maupun Luar Negeri
           
    2.3.1 Luar Negeri
      2.3.1.1 Korea
Pertunangan
            Di pertunangan Korea, hadiah adalah unsur penting. Hadiah harus diserahkan semalam sebelum pesta pernikahan. Pengantin laki-laki harus mengenakan kostum dan wajahnya dilumuri tinta cumi-cumi sampai hitam. Setelah itu, teman pengantin laki-laki harus berkeliling membawa kotak yang dipenuhi dengan hadiah. Kotak ini biasa disebut hahm. Hadiah-hadiah tersebut akan dibeli oleh keluarga mempelai wanita. Sekitar 300 sampai 400 juta bisa dihabiskan untuk hadiah-hadiah tersebut. (2)
Tradisi: memukuli kaki pria
Tradisi ini dilakukan di Korea Selatan hingga saat ini, di mana para pengantin wanita diperbolehkan memukuli kaki suaminya. Tak dilakukan sembarangan, prosesi ini melibatkan sebuah ikan yang bernama yellow corvina sebagai tongkat pemukulnya. Tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang karena diyakini dapat membuat mempelai pria lebih kuat dan siap untuk malam pengantin nanti. (3)
Saat pengantin pria masuk ke dalam rumah pengantin wanita, dia harus menyerahkan seekor angsa liar untuk ibu mertuanya. Di Korea Selatan, angsa adalah simbol kesuburan dan komitmen. Diharapkan, sang menantu pria dapat memberi keturunan yang baik dan menjaga komitmen untuk terus hidup bersama mempelai wanita, dalam suka dan duka. (4)


       2.3.1.2 Yunani
Yunani dikenal dengan mitologi-mitologi yang sudah terkenal dimata dunia. Banyak kisah dewa-dewa Yunani yang terkenal dari mitologi Yunani. Berbagai kisah yang menceritakan pun kian membuat popularitas mitologi Yunani semakin meluas. Tidak tertutup pada hal itu saja, untuk pernikahan, Yunani juga mempunyai mitos tersendiri. Mitos ini memang tidak masuk akal. Ketika seseorang wanita akan menyelenggarakan pernikahan, ia diharuskan untuk menyelipkan gula batu di sarung tangan yang akan ia kenakan pada saat upacara pernikahan. Alasannya adalah gula batu ini dipercaya mampu mempermanis gaun pengantin yang dikenakan. (5)
        2.3.1.3 Inggris
Di Inggris apabila ada seekor laba-laba ditemukan di gaun pengantin, maka itu adalah pertanda sebuah keberuntungan akan mendatangi rumahtangga pasangan tersebut. Selain itu, masyarakat Inggris juga menganggap bahwa hari Rabu adalah hari yang paling baik untuk melangsungkan pernikahan, bukannya hari sabtu. Walaupun begitu, apa yang terjadi di Inggris adalah sebaliknya. Banyak masyarakat Inggris yang justru menikah pada hari Sabtu. (5)


         2.3.1.4 Mesir
Pada hari pernikahan di Mesir, jika si pengantin wanita sedang melangsungkan pernikahan dan kemudian dicubiti oleh teman-teman wanita mempelai, ini adalah pertanda yang bagus untuk pernikahan kedua pasangan tersebut. Ini juga sebuah  pertanda bahwa pihak mempelai akan segera mendapatkan  keberuntungan dalam kehidupan pernikahannya. (5)

          2.3.1.5 Swedia
Jika biasanya pernikahan adalah suatu masa dimana seorang wanita akan terlepas dari keluarganya dan mengabdi pada suami, bahkan suatu yang bisa dikatakan bahwa wanita bisa hidup mandiri dengan pasangannya. Ini tidak diyakini oleh masyarakat Swedia.
Di Swedia, pengantin wanita akan menyimpan koin perak yang berasal dari sang ayah dan ibu di dalam sepatunya. Hal ini dipercaya bahwa ini adalah  pertanda bahwa para wanita Swedia tidak akan bisa melangkah sejauh ini tanpa doa dari kedua orang tuanya. (5)

   2.3.2 Indonesia
       2.3.3.1 Adat Jawa

Penentuan tanggal

Yang dihindari

·         Bulan Suro atau Muharram menurut penanggalan Islam/Jawa, adalah bulan yang dihindari untuk melangsungkan acara hajatan seperti pernikahan. Bagi yang percaya, acara pernikahan pada bulan Suro dianggap membawa bencana. Secara ilmiah, hal ini juga bisa dimengerti apabila bulan Suro bertepatan dengan musim penghujan yang riskan akan banjir, badai, dan semacamnya.
·         Perhitungan tanggal/hari lahir calon mempelai menurut kalender Jawa. Kombinasi dari hari kelahiran bagi kaum tua Jawa tidak bisa dianggap remeh agar memberikan berkah dan kebahagiaan bagi kedua mempelai. Apalagi jika perhitungan kalender Jawa ini menunjukkan tentang bencana, kematian, penyakit, maka lebih baik dihindari. Bukan dalam rangka untuk percaya pada syirik, tetapi lebih dalam hal penghormatan dari kaum muda kepada kaum tua.
·         Pihak cowok menuntut tanggal yang tidak disukai oleh keluarga pihak cewek.

 

Yang dianjurkan

·         Bulan Syawal atau lebaran dianggap membawa banyak berkah. Di samping membawa manfaat bahwa kebanyakan keluarga Indonesia akan menikmati libur lebaran karena banyak anggota keluarga yang tidak berhalangan hadir.

·         Pihak cewek memiliki porsi besar untuk menentukan keputusan tanggal pernikahan, karena adat Indonesia kebanyakan menempatkan acara pernikahan di kediaman/hajatan pihak cewek.
Pemakaian Batik Parang
Pemakaian batik motif Parang Rusak, diyakini dan dipercaya dapat membawa kesialan pada pernikahan dan selanjutnya pernikahan tersebut akan penuh dengan perselisihan dan perpisahan.
Padahal, meruntun pada sejarahnya, garis demi garis pada motif batik parang rusak ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. Sejarahnya, motif parang rusak ini muncul pada abad ke-11. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa motif ini muncul di abad 16an. Dengan bentuk menyerupai ombak, ini memiliki arti semangat pantang menyerah layaknya ombak yang tidak ada hentinya bergerak.
Ditambah lagi, motifnya yang seakan tidak putus ini juga dikatakan melambangkan sebagai sebuah bentuk pertalian yang tidak akan putus. Garis lurus diagonalnya juga dipercaya sebagai lambang rasa hormat dan sigap serta telaten pada pekerjaan..(7)

       2.3.3.2 Berbagai suku di Indonesia
Pingitan Di Indonesia, beberapa saat sebelum pernikahan dilangsungkan, sebagian besar orangtua melarang anak perempuannya untuk berjumpa dengan calon suaminya. Tradisi yang disebut sebagai pingitan ini sebenarnya didasari beberapa alasan, antara lain memberi waktu bagi masing-masing calon mempelai untuk introspeksi dan mempersiapkan fisik serta mental membangun rumah tangga baru bersama serta menghindari hubungan yang lewat batas. Selain itu, pingitan juga akan meredam pertengkaran yang seringkali terjadi akibat terlalu lelah dan stress mempersiapkan pernikahan. Dengan demikian, tradisi ini juga akan menghindarkan kegagalan rencana pernikahan Anda akibat pertengkaran yang timbul. Keuntungan lainnya dari tradisi pingitan adalah akan timbulnya perasaan rindu di kedua belah pihak, sehingga saat pernikahan berlangsung, suasananya menjadi jauh lebih romantis.(8)

2.4  Keterkaitan Kebudayaan dengan Mitos Pernikahan
            Kebudayaan dengan mitos pernikahan sangat berkaitan karena mitos merupakan suatu kepercayaan turun temurun yang sudah menjadikan mitos suatu kebudayaan yang ada dan menjadi suatu hukum tidak tertulis yang harus ditaati. Mitos ini pun menjadi suatu kebudayaan juga karena memiliki suatu alasan yang dapat memberikan pengaruh baik ataupun buruk.






Bab III
Penutup

3.1  Kesimpulan
           
            Mitos pernikahan dan kebudayaan saling berkaitan, dan mitos itu akan terus dipercaya dan dilaksanakan untuk menghindari terjadinya suatu penyimpangan  dan pelanggaran yang dapat mengarah ke perpisahan atau ketidakbahagiaan. Adanya mitos ini untuk membentuk perilaku dan bentuk yang sesuai dengan norma dan kebudayaan yang ada.

3.2  Saran
           
            Kebudayaan dan mitos pernikahan yang mengarah positif dilestarikan agar dapat dipelajari dan diketahui oleh generasi selanjutnya. Namun apabila mitos itu justru menghambat atau menyalahi suatu nilai moral ataupun agama akan lebih baik bila dihilangkan ataupun tidak terlalu dipercayai.






















November 25, 2013

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2


MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
STUDI KASUS

 


 
DISUSUN OLEH:
VANESSA JULIETTE ALEXIA (39413087)

 

 
KELAS 1ID06
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013

 
Kata Pengantar

 
    Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nyalah makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Adapun yang dibahas di makalah ini adalah mengenai hubungan Manusia dengan Kasih Sayang.

     Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tentunya dengan dukungan dari berbagai sumber yang penulis cari di Buku yang berjudul "Ilmu Budaya Dasar" karangan Widyo Nugroho maupun yang penulis cari di internet. Dalam menyelesaikan makalah ini juga penulis menemui berbagai hambatan dan tantangan, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih terhadap berbagai pihak.

    Penulis menyusun makalah ini dengan sebaik dan semaksimal mungkin dengan penuh pengharapan makalah ini dapat berguna dan dapat menjadi sumber referensi bagi para pembacanya.

 

 

 

 

 

 Depok, 25 November 2013


                                  



BAB I
PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

     Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari dosen mata kuliah soft skill Ilmu Budaya Dasar sesuai dengan sap dan silabus yang ada. Makalah ini disusun berdasarkan tugas individu. Penulis memilih bahan bahasan dari bab Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu mata kuliah dasar dan memilih subbabnya mengenai manusia dan penderitaan. Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. IBD bertujuan untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan dilingkungannya. IBD juga sebagai salah satu sarana usaha untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian mahasiswa serta memperluas wawasan pemikirannya. Dalam ruang lingkup IBD dibagi menjadi dua dimana posisi sentralnya adalah manusia, dan pokok-pokok sentral manusia itupun dapat dikembangkan lagi.

     Pembahasan tersebut salah satunya adalah hubungan manusia dan cinta kasih. Manusia dan cinta kasih hidup berdampingan tanpa kecuali. Cinta kasih itu hadir dan ada dalam diri tiap manusia tanpa kecuali, tanpa memandang bulu dan status orang tersebut. Cinta kasih adalah hal yang menjadikan manusia seorang manusia. Kita pertama kali belajar cinta kasih adalah dalam lingkup keluarga lebih spesifiknya lagi orang tua kita. Manusia adalah mahluk sosial yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga manusia tidak dapat hidup sendirian sebatang kara, manusia membutuhkan cinta dan kasih sayang untuk dapat bertahan hidup dikerasnya dunia ini. Dengan adanya cinta kasih ke Tuhan, orang tua, keluarga, teman dan lawan jenis manusia dapat menghadapi segala macam penderitaan lebih baik dan lebih ringan.
      
    Cinta kasih itu mutlak hal yang sangat dibutuhkan tiap orang, dengan adanya cinta kasih manusia dapat menghadapi rintangan dan musibah apapun asalkan manusia itu tau dan sadar bahwa dia tidak sendirian karena dia memiliki seseorang untuk dikasihi yang mengasihinya juga.

 


 


 


 


 


 

B. Rumusan Masalah
  1. Apakah pengertian cinta kasih itu?
  2. Apakah cinta menurut pandangan agama itu?
  3. Apakah pengertian kasih sayang, kemesraan, pemujaan, belas kasihan, dan cinta kasih erotis itu?
  4. Apakah sebab-sebab timbulnya cinta dan kasih sayang?
  5. Bagaimanakah bentuk-bentuk cinta dan kasih sayang itu?
  6. Bagaimanakah pengaruh cinta dan kasih sayang pada manusia?
  7. Contoh kasus beserta opini dan solusi pendekatan kebudayannya.

 

C. Tujuan

 

1.      Memenuhi tugas dosen mata kuliah soft skill Ilmu Budaya Dasar.
2.      Menambah referensi dan wawasan mengenai Ilmu Budaya Dasar.
3.      Menambah pengetahuan mengenai sejarah dan unsur kebudayaan.
4.      Mengetahui berbagai jenis cinta dan kasih sayang.

 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 


 



 BAB II

Manusia dan Cinta Kasih

 

A. Definisi Cinta Kasih
    Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka atau sayang, ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun terjadi hampir bersamaan namun terdapat perbedaan mendasar antar keduanya, dimana cinta adalah perasaan mendalam yang tulus terhadap seseorang sedangkan kasih adalah perwujudan yang keluar seperti perlakuan. Oleh karena itu dengan adanya cinta yang mendalam, rasa kasih akan terwujud keluar.
    Cinta memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Karena dalam cinta manusia dapat belajar untuk memberi bukan lagi untuk menerima. Dan kunci kebahagiaan dalam hidup adalah pernikahan yang berlandaskan cinta. Cinta menurut definisi saya adalah satu kata yang memiliki berjuta makna, cinta itu sendiri bisa menjadi suatu anugerah terindah bagi seseorang ataupun kutukan bagi orang lainnya. Cinta dapat mengubah dan membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih baik ataupun lebih buruk, itu semua tergantung dengan pihak yang mencintai dan pihak yang dicintai.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat harta dan tempat tinggal.

 
B. Cinta menurut ajaran agama
    
    Dalam kehidupan ini, cinta tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya kaitan dengan agama. Dengan berbagai macam bentuk cinta, adanya cinta terhadap diri sendiri, orang lain, atau istri dan anaknya, hartanya serta Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini dapat dikaitkan dengan kitab Al-Quran.

 

 

 
  • Cinta diri
    Cinta pada diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan untuk menjaga diri. Manusia memiliki rasa cinta alamiah pada dirinya sendiri, mereka tidak ingin merasakan sakit, bahaya ataupun ancaman pada dirinya. Selain itu kecintaan pada dirinya yang ingin mengembangkan bakat dan potensi dalam dirinya serta keinginan untuk mendapatkan rezeki (harta) yang banyak. Hal ini diterangkan dalam surat berikut. Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS, Al-Adiyat, 100:8). Namun cinta ini hendaknya memilliki batas dan memiliki juga keinginan mencintai orang lain.

     
  • Cinta kepada sesama manusia
    Untuk menyeimbangkan rasa cinta pada diri sendiri dan sifat egoisme dalam diri manusia hendaknya ada orang lain yang dia cintai dan sayangi lebih dari dirinya sendiri. Orang lain yang dapat membuat kita bekerja sama dan belajar mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri. Setelah itu Allah langsung memberi pujuan kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan seperti inilah yang nanti akan bisa menyeimbangkan sifat negatif dalam diri kita.

     
  • Cinta seksual
    Dengan adanya cinta tentu adanya dorongan seksual dimasing-masing pasangan. Dorongan seksual ini memegang peranan penting karena dapat melahirkan keturunan dan melestarikan manusia di bumi ini. Di Islam, cinta seksual ini tidak diingkari dan ditentang melainkan diakui. Karena dorongan ini merupakan sifat alamiah yang muncul dalam diri tiap manusia, dan dorongan ini juga berlandaskan cinta seiring waktunya. Namun di Islam untuk melakukan cinta seksual ini diperlukan hubungan suci yang sah yaitu melalui pernikahan.

     

     
  • Cinta Kebapakan
    Cinta kebapakan bebeda dengan cinta ibu karena cinta ibu berkaitan erat dengan fisiologisnya sedangkan cinta kebapakan keluar lewat insting psikisnya. Cinta kebapakan dalam Al-Qur'an diisyratkan dalam kisah Nabi Nuh As. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan rasa penuh cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak

     
  • Cinta Allah
    Cinta yang paling tinggi tingkatannya dan yang paling murni dan suci. Rasa cinta kepada Allah yang tidak pernah putus dalam doa, solat maupun hal-hal lainnya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukan semua bentuk kecintaan lainnya serta menjadi manusia yang positif dan berpedoman hidup.

     
  • Cinta Rasul
    Cinta kepada Rasul menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Rasul adalah panutan bagi para manusia, karena dia yang menyebarkan dan membimbing kita ke arah jalan Allah.

 

 

 
C. Pengertian kasih sayang, kemesraan, pemujaan, belas kasihan, dan cinta kasih erotis

 
  • Kasih sayang
    
Kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan, dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar masing-masing pihak dituntut untuk saling tanggung jawab, penggorbanan, saling menghormati dan hal positif lainnya. Dari sebelum lahir hingga meninggal nantinya kita sudah merasakan rasa kasih sayang. Kasih sayang adalah dasar komunikasi suatu keluarga, melalui kasih sayang masing-masing pihak dalam keluarga dapat merasakan perhatian dan dapat mengembangkan dan membentuk kepribadian masing-masing pihak dikeluarga tersebut. Ada-tidaknya kasih sayang dalam keluarga dapat mempengaruhi kondisi psikis dan fisik orang-orang yang ada dikeluarga tersebut, entah kondisi itu dapat membentuk kepribadian yang baik ataupun buruk.

 

 
  • Kemesraan

 
Kemesraan
berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah perwujudan cinta yang mendalam antara pihak lelaki dan perempuan. Kemesraan ini membuktikan perasaan cinta yang mendalam yang menunjukkan betapa suci dan tidak ternilainya suatu cinta. Melalui kemesraan ini, seseorang dapat terdorong kreativitas seni dan potensial dalam dirinya sehingga apabila ada yang mengobral cinta dapat menurunkan kesucian dan mengganggap remeh cinta itu sendiri.

 
  • Pemujaan
    
    Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan. Rasa cinta ini terkait erat dalam kehidupan manusia sejak lahir dan tidak akan pernah putus. Rasa pemujaan ini selain ada karena rasa bersyukur manusia akan adanya kehidupan yang diciptakan Tuhan, namun juga karena adanya rasa ketakutan akan Tuhan dan hari akhir sehingga manusia memuja-Nya dan memohong perlindungan pada-Nya.

 
  • Belas Kasihan

 
Belas kasihan adalah cinta terhadap sesama yang tidak memandang sisi fisik seseorang seperti kecantikan, kebaikan dan lain sebaginya namun memandang sisi penderitaan seseorang. Jadi kata kasihan adalah rasa simpati terhadap apa yang dilalui atau diderita oleh orang lain. Setiap manusia memiliki potensi memiliki belas kasihan terhadap orang lain. Namun tergantung manusia itu apakah dia tergugah dan dapat bersimpati kepada orang lain secara penuh. Kalau seseorang itu dapat tergugah hatinya maka orang itu berbudi dan terpuji.
  • Cinta kasih erotis

 
Cinta kasih erotis adalah cinta kasih yang haus akan kesempurnaan dan penyatuan diri yang bersifat eksklusif dan juga dapat dibilang cinta kasih yang tidak dapat dipercaya. Cinta ini dianggap tidak dapat dipercaya karena biasanya hanya dilandasi oleh keinginan untuk melakukan hubungan seksual ataupun karena seseorang merasa kesepian dan membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Cinta kasih ini sering kali tidak berlandaskan cinta sehingga merendahkan nilai moral akan cinta dan hanya menjadikan hubungan seksual yang untuk berpesta pora saja.

 

 

D. Sebab-Sebab Timbulnya Cinta dan Kasih Sayang

 

    Cinta dan kasih sayang adalah emosi yang saling mengikat antara satu sama lain, tanpa adanya kasih sayang tentu tidak akan hadir yang namanya cinta namun jika sudah hadir cinta tentunya pasti ada kasih dan sayang. Perasaan cinta dan kasih sayang tentunya muncul karena sebab. Sebab-sebab Timbulnya Cinta dan Kasih Sayang :

 

  • Tuhan Yang Maha Esa
    Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kita sudah memiliki sifat alamiah mencintai dan menyayangi. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan akal dan emosi yang lebih sempurna dibanding mahluk lainnya. Oleh karena itu manusia memiliki naluri dasar untuk saling mencintai dan dicintai.

     
  • Orang Tua/Keluarga
    Orang Tua atau Keluarga adalah lingkungan pertama seorang manusia mempelajari apa itu artinya cinta dan kasih sayang. Orang tua dan Keluarga adalah faktor utama pembentuk kepribadian seorang anak yang mengerti apa itu kasih dan mengasihi sesama individu lainnya. Dalam lingkup orang tua dan keluarga, seorang individu itulah tumbuh. Sejak dari kandungan seorang ibu hingga dilahirkan seorang individu itu sudah merasakan bagaimana rasanya dikasihi oleh seorang individu lain yang terikat padanya, dalam kasus ini individu merasakan kasih sayang dan cinta ibu yang tulus padanya.

     
  • Lingkungan
    Lingkungan merupakan salah satu faktor pendukung juga dimana seorang individu dapat merasakan cinta dan kasih sayang. Di lingkungan yang tepat seorang individu dapat tumbuh menjadi kepribadian yang pengasih dan baik sedangkan pada lingkungan yang buruk, kemungkinan individu tersebut merasakan kurang perhatian dan hal negatif lainnya lebih besar dibanding individu yang tinggal di lingkungan aman dan tentram.

 

  • Sahabat/Teman sepergaulan
    Selain melalui beberapa komponen seperti diatas, manusia juga membutuhkan seorang teman, sahabat. Tempat dimana seseorang dapat bergantung dan berpegangan saat dia terjatuh. Dan tempat dia berbagi pada saat suka dan duka. Dengan merasakan kasih sayang dan cinta terhadap sahabat, seorang individu dapat lebih menikmati hidup dan dapat memperpanjang umurnya.

 

  • Lawan Jenis
    Manusia juga secara naluriah akan memiliki perasaan sayang dan cinta kasih terhadap lawan jenisnya. Perasaan itu muncul terjadi karena adanya daya tarik, daya tarik itu dapat berupa perasaan akrab atau nyaman, tertarik akan penampilan fisik, tertarik dengan kepribadiannya atau bahkan tertarik karena ada sesuatu tentang individu tersebut yang menarik.

     

 


 

E. Bentuk-Bentuk Cinta dan Kasih Sayang
    Dalam buku "Seni Mencintai" karya Erich Fromm (1983) mengartikan cinta sebagai sikap, suatu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan bukan menjuju satu "objek" cinta. Bentuk-bentuk cinta dan kasih sayang ada banyak yaitu, cinta persaudaraan, cinta keibuan, cinta kebapakan, cinta Allah, cinta pada diri sendiri, cinta seksual.
  • Cinta Persaudaraan
    Cinta ini diwujudkan dalam bentuk tingkah laku dan perbuatannya. Perasaan cinta ini adalah perasaan saling mencintai antar sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tanpa memandang bulu, status maupun rasnya. Secara filosofis dinyatakan bahwa " Cintailah sesamamu seperti kau mencintai dirimu".

     


     
  • Cinta diri
    Cinta pada diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan untuk menjaga diri. Manusia memiliki rasa cinta alamiah pada dirinya sendiri, mereka tidak ingin merasakan sakit, bahaya ataupun ancaman pada dirinya. Selain itu kecintaan pada dirinya yang ingin mengembangkan bakat dan potensi dalam dirinya serta keinginan untuk mendapatkan rezeki (harta) yang banyak. Namun cinta ini hendaknya memilliki batas dan memiliki juga keinginan mencintai orang lain.

     
  • Cinta Keibuan
    Kasih sayang dan cinta Ibu adalah sepanjang masa. Ibu mengandung selama 9 bulan dan mengasihi serta memberi nutrisi kandungannya dengan baik, benar dan penuh perhatian. Agar anaknya nanti yang dilahirkan akan menjadi bayi yang sehat walafiat. Kasih sayang Ibu sudah mendarah daging, dimana kontak batin dan rasa cinta antara Ibu dan anak itu tidak dapat dipisahkan. Ibu menjadi sosok yang selalu menjaga, merawat, mendidik anaknya hingga akhir hayatnya.

     
  • Cinta seksual
    Dengan adanya cinta tentu adanya dorongan seksual dimasing-masing pasangan. Dorongan seksual ini memegang peranan penting karena dapat melahirkan keturunan dan melestarikan manusia di bumi ini. Di Islam, cinta seksual ini tidak diingkari dan ditentang melainkan diakui. Karena dorongan ini merupakan sifat alamiah yang muncul dalam diri tiap manusia, dan dorongan ini juga berlandaskan cinta seiring waktunya. Namun di Islam untuk melakukan cinta seksual ini diperlukan hubungan suci yang sah yaitu melalui pernikahan.

     
  • Cinta Kebapakan
    Cinta kebapakan bebeda dengan cinta ibu karena cinta ibu berkaitan erat dengan fisiologisnya sedangkan cinta kebapakan keluar lewat insting psikisnya. Seorang Bapak akan terlihat keras terhadap anaknya karena dia menjadi sosok pemimpin dalam sebuah rumah tangga sehingga sosok Bapak itu ingin terlihat berwibawa, padahal walaupun keras, kasih sayang dan cinta Bapak itu kuat. Beliau adalah sosok yang ingin melindungi anaknya, mendidiknya dengan baik dan benar agar dapat menjadi orang sukses, dan diam-diam menghawatirkan anaknya yang pulang telat dan sebaginya. Kasih sayang dan cinta Bapak pun tidak kalah dengan cinta kasih seorang Ibu.

     
  • Cinta Allah
    Cinta yang paling tinggi tingkatannya dan yang paling murni dan suci. Rasa cinta kepada Allah yang tidak pernah putus dalam doa, solat maupun hal-hal lainnya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukan semua bentuk kecintaan lainnya serta menjadi manusia yang positif dan berpedoman hidup.

     

     
  • Cinta Rasul
    Cinta kepada Rasul menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Rasul adalah panutan bagi para manusia, karena dia yang menyebarkan dan membimbing kita ke arah jalan Allah.

     


     


     
F.  Pengaruh Cinta dan Kasih Sayang pada Manusia
    Cinta dan kasih sayang sangat berpengaruh dalam diri tiap manusia, karena komponen pembentuk kepribadian paling penting adalah melalui cinta dan kasih sayang. Tanpa adanya cinta dan kasih sayang manusia tidak dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan diterima masyarakat umum. Bahkan manusia tidak punya dan tidak dapat mempunyai semangat dan keinginan untuk hidup apabila tidak merasakan cinta dan kasih sayang seutuhnya. Inilah pengaruh cinta dan kasih sayang pada manusia :
  • Menciptakan pribadi yang lebih berwarna dan baik dalam diri tiap manusia.
  • Mempelajari bagaimana caranya bersimpati dan berempati pada sesama.
  • Menjalani hidup yang tentram dan nyaman.
  • Mempelajari dengan benar bahwa cinta dan kasih sayang butuh pengorbanan yang besar.
  • Meningkatkan sisi saling menghargai dan menyayangi antar sesama.
  • Menghilangkan sifat negatif seperti iri, dengki dan lain sebagainya.

 


 

G. Studi Kasus dan Opini beserta Pendekatan Kebudayaannya
    Cinta dan kasih sayang dapat mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak baik itu tumbuh kembang secara fisik ataupun psikis. Kasih sayang adalah fondasi untuk tumbuh kembang kepribadian serta kecerdasan seorang individu. Individu yang cenderung tidak merasakan kasih sayang akan merasakan banyak dampak negatif seiring pertumbuhannya. Hal ini dapat dilihat dalam contoh kasus berikut:
  • Kasus : Pengaruh Kasih Sayang Ibu terhadap Anaknya
    Sebuah penelitian para ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA) membandingkan dua otak anak berusia 3 tahun dengan nasib berbeda. Untuk menunjukkan, pengasuhan dengan kasih sayang bukan hanya merawat secara emosional, tapi juga menentukan ukuran otak seorang anak.

    Dari hasil pemindaian otak ditemukan, otak anak yang diasuh dengan kasih sayang dan cukup cinta berukuran jauh lebih besar, memiliki bintik dan area hitam lebih sedikit dari yang lain, yang diabaikan.

    Menurut para ahli syaraf, perbedaan ukuran otak anak berasal dari satu penyebab utama: tergantung cara setiap anak dirawat oleh ibu mereka.



 

 
Seperti dilaporkan Sunday Telegraph, anak dengan ukuran otak lebih besar dan perkembangan lebih maksimal dirawat oleh seorang ibu yang responsif terhadap bayinya.

Sementara, anak dengan ukuran otak yang menyusut, bisa jadi adalah korban dari tindakan abai bahkan penganiayaan.

Menurut penelitian tersebut, otak anak yang diabaikan tak memiliki area paling fundamental yang dimiliki otak anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang.


Lalu, apa pengaruhnya?

Para ilmuwan menyebut, anak dengan ukuran otak lebih besar berpeluang menjadi lebih cerdas dan berpotensi besar untuk mengembangkan kemampuan sosialnya, untuk berempati dengan orang lain.

Sebaliknya, anak dengan ukuran kecil, bahkan secara ekstrem, diduga lebih berpeluang kecanduan obat-obatan, terlibat dalam kriminal, dan jauh lebih mungkin untuk menjadi pengangguran dan menjadi tergantung pada bantuan negara. 



Tak hanya itu, anak tersebut lebih berpeluang mengalami masalah mental dan problem kesehatan serius lainnya.

Profesor Allan Schore dari UCLA mengatakan, jika bayi tidak dirawat dengan sebaik-baiknya dalam dua tahun pertama kehidupannya, itu dapat memiliki dampak yang mendasar dalam perkembangannya.

Salah satunya, ia menunjuk, sejumlah gen terkait aspek fungsi otak termasuk kecerdasan, tidak bisa berfungsi. Sayangnya, ada kemungkinan gen-gen tersebut tidak bisa berkembang atau bahkan tak ada. 



Hasil studi ini tampaknya juga menunjukkan, makin parah seorang ibu mengabaikan anaknya, makin jelas kerusakan yang diakibatkan.

Juga menguak konsekuensi mengkhawatirkan jika seorang anak yang masih dalam pertumbuhan kerap diabaikan orang tuanya sehingga otak mereka tak berkembang maksimal.

Namun, penelitian di Amerika Serikat itu menunjukkan "siklus memprihatinkan" itu bisa dipatahkan, oleh intervensi dini dan dukungan keluarga besar.

Studi ini berkorelasi dengan penelitian yang dirilis awal tahun ini, yang menyebut bahwa anak-anak yang mendapat cinta dan kasih sayang dari ibu mereka di awal kehidupan mereka, akan lebih pintar dan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk belajar.

Penelitian oleh psikiater anak dan ahli saraf di Washington University School of Medicine di St Louis, menemukan anak usia sekolah yang dirawat dengan kasih sayang ibunya di awal-awal perkembangannya, punya otak dengan hippocampus yang lebih besar.

Untuk diketahui, hippocampus adalah struktur kunci penting dalam otak terkait kemampuan belajar, memori, dan respon terhadap stres. 


 


 

  • Opini:
Seperti yang dapat dilihat dalam contoh kasus tersebut, peran Ibu dalam memberikan kasih sayang terhadap anaknya merupakan komponen penting dan paling primer yang bersangkutan penuh dengan perkembangan anaknya baik secara rohani maupun jasmani ataupun secara emosional maupun fisik. Kurangnya perhatian dan kasih sayang pada anak dalam usia 2 tahun pertamanya dapat menghambat perkembangan otaknya sehingga otak anak yang kurang kasih sayang dari Ibunya cenderung lebih kecil daripada anak yang diperhatikan dan diberi kasih sayang cukup oleh Ibunya. Terhambatnya perkembangan otak ini dapat berpengaruh besar terhadap hidup sang anak, karena selain dapat berpengaruh secara fisik hal ini juga dapat berpengaruh ke sisi psikis dan emosional si anak. Sisi buruk dari hal ini dalam kondisi fisik adalah, ada bagian otak yang perkembangannya terhambat atau bahkan tidak ada perkembangan sama sekali, yang juga dapat menyebabkan munculnya penyakit-penyakit berbahaya dalam tumbuh kembang sang anak seperti Jantung, tekanan darah dan lain sebaginya.
Sedangkan melalui sisi emosional dan psikis anak, seorang anak yang kekurangan perhatian dan kasih sayang cenderung akan mencari perhatian dengan cara-cara yang salah ataupun negatif, dia bisa menjadi kasar, minum minuman keras, merokok bahkan melakukan tindakan kriminal seperti narkoba dan mencuri. Itu adalah efek samping apa yang dapat terjadi kepada seorang individu bila tidak mendapat cinta dan kasih sayang yang cukup dari seseorang yang dibutuhkannya dan dalam kasus ini adalah Ibu. Efek positif dari cinta dan kasih sayang sungguhlah banyak, individu yang mendapatkan kasih sayang cukup tentunya akan cenderung lebih sehat, bersemangat dan positif dibanding orang yang kekurangan cinta dan kasih sayang. Lalu dari sisi emosional dan psikisnya, anak yang memiliki kasih sayang dan cinta yang cukup cenderung lebih mudah menyerap ilmu dan lebih cerdas sehingga ia cenderung menjadi pribadi yang baik dan menjadi bintang kelas.

 

  • Solusi melalui Pendekatan Ilmu Budaya Dasar
Melalui pendekatan Ilmu Budaya Dasar, didunia yang serba modern ini tentunya lebih banyak wanita karir dibanding wanita yang tinggal dirumah dan menyelesaikan tugas dan kewajibannya sebagai rumah tangga. Oleh sebab itu makin banyak bayi yang kurang perhatian dari Ibunya melainkan dia hanya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari baby sitter. Pendekatan Ilmu Budaya Dasar untuk menyelesaikan kasus ini adalah dengan cara, tentu wanita boleh bekerja dan menjadi wanita karir namun luangkanlah waktu dalam 2 tahun pertama pertumbuhan sang bayi. Karena masa itu adalah masa paling kritis pertumbuhan seorang bayi. Berikan bayi itu kasih sayang dan cinta yang secukupnya karena dia hanya ingin dicintai dan diberi perhatian, hal ini pun semuanya dilakukan atas dasar kebaikan bayi tersebut. Dan tugas Ibu yang paling utama kan merawat dan mendidik anaknya dalam lingkungan dan kondisi sebaik mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 



BAB III
      PENUTUP

A. Kesimpulan
    Cinta dan kasih sayang selalu muncul berdampingan, dimana ada kasih dan sayang tentu ada cinta dan begitu pun sebaliknya dimana ada cinta pasti ada kasih dan sayang. Cinta dan kasih sayang dapat disebabkan oleh beberapa macam faktor yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Orang Tua/Keluarga, Lingkungan, Sahabat/ Teman sepergaulan serta Lawan Jenis. Sebab-sebab tersebut tumbuh secara naluriah karena manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain disisinya dan tentunya kasih dan sayang dari orang yang dikasihinya. Cinta dan kasih sayang itu juga ada dalam berbagai bentuk, ada cinta terhadap diri sendiri, sesam/persaudaraan, keibuan, kebapakan, seksual, Allah dan juga kepada Rasul. Bentuk cinta tersebut sangat berkaitan erat terhadap diri manusia dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Cinta dan kasih sayang juga memberikan pengaruh dalam diri manusia, pengaruh itu bisa positif namun bisa juga negatif tergantung bagaiaman kita menyalurkan rasa kasih sayang itu dan bagaimana kita mendapatkan rasa kasih sayang itu.

 

B. Saran
    Dalam menyalurkan dan memberikan rasa cinta dan kasih sayang kepada individu lain, harus tepat dan benar. Dan jangan pernah menyepelekan bagaimana cara pemberian rasa cinta dan kasih sayang tersebut. Karena apabila perasaan itu tidak tersampaikan dengan jelas maka efek yang akan diterima pun akan lebih sedikit dibanding seharusnya. Oleh karena itu kasihilah orang-orang disekitar kita karena mungkin mereka membutuhkan kasih sayang lebih dari kita.    

 


 


 


 


 

DAFTAR PUSTAKA
http://vurhuston.blogspot.com/2010/05/sebab-sebab-timbulnya-cinta.html

http://sosialdasar.blogspot.com/2011/04/perbedaan-cinta-dan-kasih-sayang.html

http://nurchairudin11.blogspot.com/2013/06/manusia-dan-cinta-kasih.html

http://www.apakabardunia.com/2012/10/luar-biasa-bagaimana-cinta-ibu.html